RADIO EDUKASI

a

  1. Latar belakang

Radio edukasi merupakan salah satu lembaga dibawah naungan BPMR (badan pengembangan media radio) PUSTEKOM. Melalui radio edukasi penyebaran dan pengembangan media audio pembelajaran mulai dikembangkan, sehingga pola informasi yang bersifat mencerdaskan kehidupan bangsa dapat terlaksana untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan informasi yang relevan terhadap kemajuan intelektual masyarakat. Di era globalisasi, banyak sekali muncul media-media yang dapat mempermudah dan menarik masyarakat khususnya peserta didik. Munculnya media visual dengan grafis yang begitu menarik menjadi ancaman sendiri terhadap eksistensi dari Radio Edukasi. Tetapi bila melihat keadaan radio edukasi sekarang masih menunjukan kemampuan dalam menyesuaikan perkembangan zaman. Hal ini membuat daya tarik peneliti dalam mencari pola struktur organisasi dan informasi yang digunakan oleh manajemen Radio Edukasi sehingga dapat menjadi rujukan dan sumber pengetahuan bagi masyarakat khususnya mahasiswa.

  1. Maksud dan tujuan

Maksud dari observasi dan wawancara di media Radio Edukasi adalah dalam rangka memenuhi tugas pada mata kuliah manajemen sistem informasi di program studi Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta. Adapun tujuan dari wawancara dan observasi sebagai berikut:

  • Sebagai sumber pengetahuan tentang pola manajemen informasi yang ada di perusahaan atau lembaga.
  • Sebagai kajian dan analisis tentang manajemen informasi yang ada dalam perusahaan atau lembaga.
  1. Topik wawancara

Topik utama yang diajukan yaitu tentang pola manajemen redaksi dan organisasi. Karena lembaga atau perusahaan ini berbasis media, redaksi merupakan pola organisasi informasi yang ada di masyarakat.

  1. Waktu dan tempat

Adapun waktu dan tempat sebagai berikut:

Hari                 : Senin

Tanggal           : 18 Mei 2015

Pukul               : 13.00-14.00 WIB

Tempat            : Radio edukasi, JL. Sorowajan Baru No 367, Banguntapan,  Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55198.

Responden      : Susi? ( jabatan sekretaris Radio Edukasi)

  1. Hasil wawancara
  2. Sekilas tentang Radio Edukasi

Radio edukasi merupakan produk unggulan BPMRP (Balai Pengembangan Media Radio Pendidikan) yang berbentuk radio station yang menyajikan komposisi acara siaran pendidikan (baik formal maupun nonformal), informasi/berita pendidikan, hiburan, dan acara pendidikan yang mendidik (edutainment). Radio Edukasi (RE) didirikan pada tanggal 25 Oktober 2007 dan mengudara pada frekuensi AM 1251 KHz mulai pukul 12:25 sampai 19:30 WIB.

BPMRP sebagai salah satu dari 3 unit pelaksana teknis balai pengembangan media, yaitu Balai Pengembangan Media Radio Pendidikan (BPMRP) di Yogyakarya, Balai Pengembangan Media Televisi Pendidikan (BPMTP) di Surabaya, dan Balai Pengembangan Multimedia Pendidikan (BPMP) di Semarang di bawah Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Pendidikan (Pustekkom). Saat ini Radio Edukasi digunakan selain lembaga penyiaran juga sebagai laboratorium untuk pengembangan dan produksi media audio pendidikan.

Dalam mendapatkan berita pendidikan dan penyiaran maka Radio edukasi membutuhkan tenaga rekrutmen tambahan atau tenaga honorer untuk bidang reporter dan penyiar hal itu untuk memaksimalkan penyerapan dan penyebaran informasi berita kepada masyarakat.

Visi

Terwujudnya layanan prima pendidikan melalui pendayagunaan teknologi infomasi dan komunikasi berbasis media audio/radio

Misi

  • Memproduksi media radio/audio guna meningkatkan ketersediaan bahan ajar untuk pendidikan
  • Menyelenggarakan siaran radio pendidikan untuk melayani peserta didik di daerah yang sulit terjangkau oleh pelayanan pendidikan konvensional
  • Mengembangkan model media radio/audio pembelajaran yang inovatif untuk meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikan
  • Mengkaji dan merancang model media radio/audio dengan format khusus sesuai karakteristik siswa berkebutuhan khusus
  • Mengelola sarana prasarana dan bahan media radio/audio untuk memastikan sasaran didik dapat memanfaatkan program media radio/audio untuk pendidikan

 

Pola Manajeman karyawan

Karyawan Radio edukasi terdiri dari PNS dan honorer, untuk memanajemeni karyawannya, Radio edukasi selalu melakukan monitoring kepada setiap karyawannya yang dilakukan oleh pimpinan, sekretaris dan bagian administrasi untuk melihat apakah ada karyawan yang bermasalah atau tidak. Monitoring tersebut terdiri dari sharing secara pribadi dari sharing secara pribadi, rapat mingguan dan rapat bulanan. Sharing pribadi dilakukan apabila ada karyawan yang mengalami masalah namun tidak bisa diungkapkan didepan umum, maka karyawan tersebut bisa sharing ke sekretaris. Rapat mingguan dilakukan untuk melaporkan kegiatan serta mengevaluasi kinerja setiap karyawan. Selain itu terdapat juga waktu untuk berbagi cerita dari setiap karyawan secara bergilir setiap minggunya. Untuk rapat bulanan langsung dipimpin oleh pimpinan radio edukasi.

Selain itu, di radio edukasi juga terdapat rapat kelompok. Misal untuk kelompok reporter ada jadwal rapat mingguan setiap hari senin untuk menentukan tema mingguan.

Program Radio Edukasi

Walaupun terlihat bahwa Radio Edukasi merupakan pengembangan media yang berbasis pendidikan atau pelajaran pada pendidikan formal maupun non formal namun konten atau segmen yang yang disajikan dalam setiap program Radio Edukasi dapat berupa program selain formal dan non formal meliputi informasi bernuansa pendidikan maupun hiburan yang diramu kedalam unsur-unsur materi pada pendidikan. Hal ini disengaja untuk menjalin daya tarik dari pendengar radio sehingga pendengar tidak mengalami rasa bosan akibat terjejalnya materi pelajaran pada setiap program Radio Edukasi.

Adapun segmen yang sering digunakan dalam program acara oleh radio edukasi adalah segmen pada tiap-tiap satuan pendidikan tertentu.

  • Media Audio Pendidikan Anak Usia Dini (MAPAUD)

MAPAUD adalah satu produk unggulan BPMRP berbentuk rekaman suara dalam kaset, CD, atau lainnya yang berisi materi auditif-kreatif pembelajaran/ pendidikan untuk Anak Usia Dini yang menerapkan prinsip ”belajar sambil bermain” atau “bermain sambil belajar” secara interaktif, melalui kegiatan bermain, menyanyi, dan bercerita yang memungkinkan anak-anak saling berinteraksi baik dengan teman maupun pendidik, bahkan dengan tokoh-tokoh dalam rekaman audionya.

  • Media Audio Pendidikan Taman Kanak-Kanak (MAPTK)

Sama seperti MAPAUD media ini lebih banyak diisi oleh program ekspresi anak, mendongeng dan bercerita misalnya risalah nabi, dongeng anak nusantara, dll. Sekarang ini Radio Edukasi telah bekerja sama dengan Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) untuk pengembangan dan mengisi program-program acara di Radio Edukasi.

  • Jenjang SD

Media audio yang disiarkan oleh Radio Edukasi yang berisi pembelajaran auditif khususnya untuk jenjang sekolah dasar. Adapun program audio untuk jenjang ini terdiri dari MAPPSD (Media Audio Penunjang Pendidikan Sekolah Dasar) untuk materi semua mata pelajaran dan bimbel (khusus untuk mata pelajaran matematika dan bahasa indonesia)

  • Jenjang SMP

Sama seperti SD berisi program Media Audio Pendidikan Penunjang Sekolah Menengah Pertama (MAPPSMP) untuk semua mata pelajaran dan bimbel (khusus untuk mata pelajaran matematika, bahasa indonesia dan bahasa inggris)

  • Jenjang SMA

Media Audio untuk Sekolah Menengah Atas tidak banyak mengkaji materi yang ada pada tiap mata pelajaran SMA. Namun, lebih banyak menggabungkan unsur materi secara integratif dengan hiburan yang disukai oleh remaja. Salah satunya adalah program Generasi EDU (Elang, Dodit, Uchi) yang berisi drama remaja SMA, Zona Putih Abu-Abu berisi intermezzo dunia SMA secara langsung dan INDIGO berisi program kreatif anak-anak Band SMA bahkan sampai pendidikan tinggi.

  1. Pola Informasi Redaksi Pada Radio Edukasi

Segmen RE adalah pendidikan, RE sudah mempunyai hubungan baik dengan dinas-dinas tertentu. Setiap reporter dituntut untuk mendapat 3 berita perhari. Kelompok reporter selalu mengadakan rapat setiap minggu untuk menentukan tema mingguan. Untuk menejemen redaksi, reporter melakukan breifing sebelum terjun kelapangan (h-1), setelah itu paginya terjun kelapangan, dan kembali siang hari untuk merekam berita tersebut, lalu diserahkan ke redaksi untuk diseleksi lalu disiarkan

Adapun rincian mengenai setiap langkah pola redaksi Radio Edukasi sebagai berikut:

  1. INPUT
  • Dalam pengambilan berita pendidikan reporter bertugas secara langsung ke berbagai tempat untuk mendapatkan informasi seputar fenomena, kejadian dan masalah dalam dunia pendidikan
  • Reporter juga bertugas menulis berita acara di setiap informasi yang mereka dapatkan sebelum diserahkan ke editor
  • Selain berita pendidikan juga materi pelajaran pada tiap-tiap satuan pendidikan menjadi informasi untuk dijadikan media audio pembelajaran
  1. PROSESS
    • Setelah mendapatkan berita acara ataupun materi yang akan diaudiokan selanjutnya di editing oleh pengembang materi atau konten.
    • Dari pemilahan dan pengembangan materi atau berita pendidikan tersebut maka dibuatlah full script dan identifikasi program yang akan diserahkan ke penyiar acara atau perekam audio
  2. OUTPUT
  • Dari full script kemudian disiarkan oleh penyiar dengan inilah informasi telah mengudara di gelombang AM ataupun Streaming pada alamat Web internet Radio Edukasi.
  • Ataupun full script materi tersebut direkam kedalam bentuk CD ataupun soft file sebagai bentuk dokumentasi agar memudahkan pemutaran atau penyiaran ulang.
  1. Pengembangan, Harapan dan Tantangan

Dalam rangka upaya meningkatkan Radio Edukasi kearah yang lebih baik berbagai upaya pengembangan telah dilakukan dari mulai sumber daya manusia ke sistem, dari sistem ke perluasan jalinan. Di pentas arena globalisasi yang serba kompetitif ini Radio Edukasi harus siap menunjukkan eksistensi dengan tetap bersaing terutama di kancah lokal maupun nasional. Sebagai menjawab dalam upaya peningkatan kualitas dan kuantitas Radio Edukasi telah melakukan berbagai upaya diantaranya:

  • Dalam peningkatan Sumber daya Manusia, Radio Edukasi berbagai upaya pelatihan terhadap karyawan salah satunya pelatihan jurnalistik, pelatihan media, dsb. Pelatihan tersebut dilakukan tergantung pada tujuan peningkatan yang ingin dicapai baik oleh reporter, penyiar, pengembang materi, pengembang web, teknisi maupun administrasi.
  • Mengingat media audio ini diperuntukan untuk kalangan pendidikan ataupun satuan pendidikan maka Radio Edukasi berupaya menggalang kerjasama dengan berbagai satuan pendidikan maupun organisasi atau lembaga untuk pengembangan materi yang akan dipubliskan di masyarakat seperti kerjasama dengan IGTKI, satuan pendidikan baik SD, SMP, SMA.
  • Jangkauan frekuensi menjadi kendala tersendiri oleh Radio Edukasi di awal berdirinya melihat juga stasiun frekuensinya yang terletak dekat dengan jalur landasan pacu bandara Adi Sucipto sehingga hanya bisa mencakup 5 kilometer dari stasiun frekuensi serta frekuensi gelombang berada pada AM disebabkan telah penuhnya gelombang pada FM menyebabkan masyarakat kesulitan mendapatkan informasi pada Radio Edukasi. Dari masalah tersebut Radio Edukasi memiliki radio mitra sekitar 56 sejak tahun 2008 yang tersebar diseluruh indonesia untuk melebarkan sayap dalam menyiarkan konten-konten pendidikan. selain itu Radio Edukasi mulai tahun 2010 telah mengembangkan programnya melalui streaming.

 

Yang menjadi tantangan kedepan selanjutnya adalah bagaimana melihat dan merasakan kebutuhan media audio pendidikan bagi pendengar untuk itu dibutuhkan kepekaan melihat kondisi tren yang ada serta kreatifitas dari pengolahan media audio bagi masyarakat. Dan harapan Radio Edukasi dapat menjadi radio yang handal dan mampu memenuhi kebutuhan pendengar dalam hal pendidikan serta eksis di setiap perkembangan zaman.